Resensi Novel
Judul Buku: If We Make It Trough December
Pengarang: Auryn Vientania, Giantara Alam, Nadia Ristiuani, Quinn, Yossi Zahra.
Penerbit: PT. Bukune Kreatif Cipta
Tahun Terbit: 2023
Tebal Halaman: 263 Halaman
Sinopsis Buku
Desember bagi Amai adalah waktu untuk menonton pertunjukan teater Bhanu-lelaki yang ditemuinya tiga bulan lalu, tapi rasanya sudah ia kenal sejak lama. Desember bagi Asyera adalah perenungan tentang perjalanan enam tahun bersama kekasihnya, Alga. Haruskah ia bertahan hanya karena sudah terlalu lama bersama?
Desember bagi Djoeli adalah pertemuan-pertemuan dengan Khadafi dalam ruangan rapat. Mencuri pandang sambil menaruh harap di antara dua puluh lima orang lainnya. Desember bagi Keisha adalah kesempatan untuk membalik permainan dengan menyatakan cinta kepada Laskar setelah membuat laki-laki itu menunggu selama setahun.
Desember bagi Alesha adalah sendiri bersama salju musim dingin di Turki, menunda pulang ke Jakarta, karena takut bertemu masa lalu. Desember adalah perhentian, tapi juga keputusan. Titik balik, juga titik Dan jikalau semua ini telah berlalu, apa yang akan terjadi pada mereka
Berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengenal orang lain? Seminggu? Sebulan? Setahun? Pertanyaan yang setiap hari berenang di benakku. Gaduh dan gemuruh pertanyaanpertanyaan itu kutanyakan pada diri sendiri. Mungkin untuk mengenal seseorang membutuhkan jeda agar dapat memilahmilah.
Kelebihan Buku
Ada beberapa kelebihan dalam novel ini, di antaranya sampul buku yang menarik untuk para pembaca dan sesuai target pembacanya yaitu remaja, buku ini memiliki banyak cerita yang mempunyai keunikannya masing-masing.
Kebanyakan cara penyampaian novel ini menggunakan narasi yang sudut pandangnya menggunakan orang pertama, jadi sedikit mudah untuk para pembaca masuk ke dalam ceritanya. Novel ini banyak disukai oleh para remaja karena penulisan yang rapi, penempatan, sub-sub judul yang pas, seperti buku-buku pada umumnya.
Kekurangan Buku
Adapun kekurangan novel ini yaitu terdapat kesalahan penulisan sampai para pembaca binggung dan di dalam novel ini terdapat kata-kata kasar.






